kesehatan

WAKTU ITU IBARAT PEDANG KALAU KITA TIDAK MENGGUNAKANNYA KITALAH YANG DITEBASNYA

tahitiannoni juice

  • tahitiannoni juice

      Add Link to Category Edit Category Delete Category
  • prelaunch Peluang of the Year!"

      Add Link to Category Edit Category Delete Category
  • prelaunchinvitation

      Add Link to Category Edit Category Delete Category
  • jalan mudah menuju baitullah

      Add Link to Category Edit Category Delete Category

 

title

http://armanbatubara.webs.com

ORANG MENJADI MISKIN BUKAN KARENA MEREKA TIDAK MEMPUNYAI SESUATU TAPI LEBIH KARENA MEREKA TIDAK DAPAT MELAKUKAN SESUATU

 

 

"Para ambang pintu  kebijaksanaan adalah pengetahuan tentang ketidak tahuan kita sendiri," kata Charles Spurgeon”, seorang FILSUF yang hidup pada tahun 1834 sd-1892.

Ada tiga variabel yang menentukan pengetahuan dan ketidaktahuan:

   1. - Hal-hal yang kita tahu bahwa kita tahu.
   2. - Hal-hal yang kita tahu bahwa kita tidak tahu.
   3. - Hal-hal yang kita tidak tahu bahwa kita tidak tahu.

Dari ketiga variable ini yang ketiga adalah yang paling berbahaya bagi kita.

Mengetahui bahwa kita mengetahui sesuatu dan mengetahui bahwa kita tidak tahu sesuatu adalah sebuah pilihan.

Tidak tahu bahwa kita tidak tahu sesuatu adalah suatu keadaan ketidak tahuan.

Kitab suci mengatakan: "Carilah kebenaran dan kebenaran akan membebaskan kamu."

Jika Anda mencari pengetahuan maka Anda akan membuat Anda bijaksana.

Bila Anda menerapkan pengetahuan tersebut maka Anda akan membuat Anda hebat.

Apakah Anda bercita-cita bahwa besok Anda akan lebih besar daripada  hari ini?

Sampai seterusnya..!

Apa kabar Sahabat Amazing,
Sungguh hari yang luar biasa bukan, jika anda telah menentukan TUJUAN hidup Anda dan berusaha menggapainya dengan kerja keras dan penuh keyakinan.

Namun, sudahkah anda MERENCANAKAN masa depan anda? Apa yang sudah anda kerahkan selama ini dalam pencapaian anda? “woww, andakah orangnya, yang menerapkan prinsip hidup orang-orang sukses itu? “Amazing…! 
“oops… bagi anda yang belum menerapkannya karena belum merencanakan masa depan anda, sehingga kesuksesan belum menghampiri kehidupan anda, “heii..heii… masih ada kesempatan untuk anda lho,, anda pribadi yang optimis, yuk..yuk, lakukan dari sekarang.. belum terlambat kok, orang bisa anda pun Pasti sangat Bisa. “Sertakan dengan Doa ya.. Semangaat..

sahabatku yang Amazing, tahu kah anda,
Mayoritas terbesar manusia di dunia ini terombang-ambing dalam kehidupan, tidak pernah menyadari bahwa masa depan mereka tergantung pada diri mereka sendiri untuk membentuknya.

Golongan minoritas yang mencapai kesuksesan besar adalah orang-orang yang tahu apa yang mereka inginkan dan punya rencana untuk mewujudkan keinginan mereka. Anda mau pilih yang mana? “saya sudah tahu jawaban anda”

Pelajarilah kehidupan orang-orang sukses, dan anda akan menyadari bahwa mereka telah membayar harga yang setara dengan nilai kesuksesan yang mereka raih.

Pengamatan terhadap hidup mereka hampir selalu menunjukkan bahwa mereka telah belajar dan menyiapkan diri selama bertahun-tahun sebelum meraih kesuksesan yang besar.

Prinsip ini berlaku pada hampir semua bidang pencapaian individu di bidang seni, pengobatan, ilmu pengetahuan atau bisnis dll. Tidak ada sesuatu yang berharga datang dengan mudah.

Di saat anda mempertimbangkan tujuan Anda sendiri, pertimbangkan juga apa yang rela Anda korbankan untuk apa yang ingin anda dapatkan. Anda harus bersiap-siap untuk memberi waktu dan bakat anda dengan murah hati dalam waktu yang lama sebelum mengharapakan hasil investasi Anda.

Banyak “kesuksesan semalam” dihasilkan dari kerja keras yang tidak kelihatan selama bertahu-tahun sebelum mereka akhirnya dikenal karena pencapaian mereka.

Apapun itu, Rencana yang anda ciptakan untuk hidup anda harus menyertakan beberapa tujuan yang menyenangkan, karena anda akan merasa senang dalam mengerjakannya.

Perkembangan Rohani juga penting untuk menjadi manusia yang lengkap, dan bahagia. Maka selalulah menyertakan doa dan iman yang Amazing dalam hal apapun. Pastikan Anda menyisihkan waktu untuk semua aspek penting dalam pengembangan pribadi Anda.. Semangaat..

 

BERAPA ? SEHARUSNYA GAJI ANDA UNTUK HIDUP LAYAK!!                                                                                                                  Setiap tahun kita berharap gaji yang kita terima atau pendapatan dari usaha yang kita jalankan, bisa terus meningkat. Sebab,  harga barang-barang di sekitar kita terus merayap naik.

Dan diam-diam tanpa kita sadari, selama dua bulan ini pendapatan kita secara riil telah merosot turun 20% — lantaran robohnya lembaran rupiah kita.Lalu, berapa penghasilan atau pendapatan minimal yang harus kita peroleh untuk bisa hidup secara layak, ditengah kepungan angka inflasi yang tak pernah kunjung berhenti menari?

10 juta per bulan?

15 juta?

Atau

30 juta?

Mari kita sejenak luangkan waktu untuk dengan sungguh-sungguh menghitung berapa banyak kebutuhan hidup kita – demi meraih kehidupan yang penuh sejahtera nan bahagia……

Perhitungan disini mengambil asumsi bahwa Anda sudah berkeluarga dengan dua anak (kalau Anda belum berkeluarga, maka angka-angka dibawah inilah yang kelak harus Anda penuhi). Mari kita mulai dengan biaya untuk kebutuhan hidup sehari–sehari.

 

Biaya Kebutuhan Hidup Sehari-hari

Berapa biaya kebutuhan hidup sehari-hari untuk sebuah keluarga dengan dua anak di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya atau Medan? Kebutuhan sehari-hari adalah untuk makan (diselingi sebulan sekali makan sekeluarga di mal); untuk membayar iuran keamanan, bayar listrik, air PAM, langganan koran, beli sabun, rinso, odol, dan juga jajan/uang saku anak-anak serta sumbangan kanan kiri. Estimasi saya, Anda mesti mengeluarkan uang sejumlah Rp 4 juta per bulan untuk kebutuhan ini.


Biaya Pendidikan Anak

Oke, sekarang banyak sekolah SD Negeri yang gratis dan murah meriah (lantaran anggaran pendidikan yang meroket). Namun kalau Anda ingin menyekolahkan anak Anda di sekolah swasta yang kredibel (seperti Al Azhar, Lab School atau sejenisnya), plus kursus ini itu, maka dengan dua anak kita akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 juta/bulan untuk investasi masa depan ini.


Biaya Transportasi dan Komunikasi

Bulan depan harga bensin akan turun (tapi cuman 500 perak, sementara tarif tol terus merambat naik…..). Dengan asumsi Anda membawa mobil ke kantor, dan biaya bensin ndak ditanggung oleh kantor; maka kita bisa menghabiskan sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk bensin, tol dan biaya parkir. Ditambah pengeluaran pulsa telpon dan langganan internet speedy, kita akan spend sekitar Rp 2 juta untuk pos ini.

Biaya Kredit Mobil

Beruntunglah Anda yang mendapat fasilitas car ownership dari kantor Anda…..Sebab jika tidak, atau kalau ingin menambah mobil sendiri lagi, Anda mesti mengalokasikan anggaran sekitar 130 – 200 jutaan (inilah uang yang mesti kita keluarkan untuk mobil bagi keluarga muda seperti Avanza, Toyota Rush, atau Nissan Grand Livina). Jika Anda membelinya dengan kredit (65 % masyarakat kita membeli mobil dengan kredit) serta dalam jangka 5 tahun; maka itu artinya kita mesti mengalokasikan dana sekitar Rp 4 juta per bulan untuk keperluan ini.

Biaya Kredit Rumah

Anda tidak ingin selamanya tinggal di Pondok Mertua Indah, bukan? Beruntung kalau Anda dapat warisan rumah tinggal dari bokap atau nyokap. Sebab, tempo hari saya melihat iklan sebuah rumah mungil ukuran 4 L (lu lagi lu lagi karena saking kecilnya ukuran rumah) untuk keluarga muda di area BSD (Bekasi Sono Dikit, maksudnya) sudah mencapai harga sekitar 400 juta-an. Dengan jangka waktu 10 tahun, dan dengan suku bunga yang alamak kok makin melangit, maka Anda harus mengeluarkan sekitar Rp 4 juta untuk kredit “istana peristirahatan” Anda yang lu lagi lu lagi ini.



TOTAL : Rp 16 juta per bulan

Ya, angka inilah jumlah total dari rincian pengeluaran diatas. Dan angka inilah yang menurut saya merupakan jumlah minimal yang harus Anda berdua penuhi untuk bisa membangun keluarga yang layak dan kredibel di kota besar. Bagi Anda yang sudah mendapat penghasilan diatas angka 16 juta/bulan – congratulation. Bagi yang belum, maka segeralah berpikir keras dan ambil action untuk mencari cara memperoleh extra income (dengan halal tentunya),Sebab sebelum Anda mencapai penghasilan sebesar 16 juta/bulan, maka berdasar uraian diatas; Maaf !!! rasanya Anda cukup pas dikategorikan “masih hidup dibawah garis kemiskinan”

Selamat Mencoba !

 

Penghasilan Tambahan, Yes! hampir pasti semua kita mau. Penghasilan tambahan yang bisa dikerjakan diluar jam kantor sekarang sangat banyak dan menjadi semakin bertaburan dengan mudahnya akses internet. Penghasilan tambahan dapat sangat membantu meningkatkan ekonomi keluarga, untuk tambahan uang kuliah, uang jajan, atau untuk beli baju di hari lebaran, bahkan sangat banyak orang yang penghasilan tambahannya justru melebihi penghasilan (gaji) kantoran.

Penghasilan tambahan bagi sebagian orang bukan hanya karena secara keuangan dia sangat kekurangan. Bisa jadi orang yang telah mempunyai penghasilan tinggi dan lebih dari apa yang dia belanjakan perbulannya masih tetap ingin mencari penghasilan tambahan. Setiap orang punya alasan sendiri-sendiri mengapa mencari penghasilan tambahan. Ada yang memang karena masih sangat kekurangan pendapatan, ada yang sekedar hobi, ada yang hasilnya untuk beramal, dan ribuan alasan lainnya.  Apa yang menjadi alasan anda mencari penghasilan tambahan ?

Pak Safir Senduk dari www.perencanaankeuangan.com mengatakan:

Kenapa sih Anda perlu penghasilan tambahan? Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya (dan seringkali saya ulang-ulang), bahwa salah satu kunci kesejahteraan keuangan dalam keluarga sebetulnya bukanlah  seberapa besar jumlah penghasilan Anda, tapi bagaimana Anda mengelola penghasilan tersebut. Berapapun besarnya penghasilan dalam keluarga Anda, kalau Anda tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan tidak akan bisa Anda raih. Namun demikian, apakah Anda sebaiknya tidak usah menambah penghasilan dalam keluarga Anda? Tidak juga. Penghasilan yang besar memang tidak menjamin bahwa keluarga Anda bisa mencapai kesejahteraan keuangan, tapi penghasilan yang besar bisa membantu keluarga Anda mencapai kesejahteraan.

Jadi sekali lagi, penghasilan yang besar tidak menjamin, tetapi hanya membantu.

Karena itu, akan lebih baik kalau Anda bisa menambah sumber penghasilan Anda.

Tentu saja pendapat itu sangat menginspirasi. Terimakasih banyak atas ilmu yang bermanfaat.

 

 

“Dari 5 rukun Islam, hanya membaca dua kalimat syahadat yang tidak membutuhkan biaya, sedangkan 4 rukun lainnya mensyaratkan adanya uang.

 

Salah satu jurus yang paling jitu dalam mencari penghasilan tambahan adalah ATM. ATM adalah singkatan dari Amati, Tiru dan Modifikasi.  Atm sama dengan ilmu Nyontek Plus, artinya nyontek atau kita perhalus bahasannya dengan kata “belajar” maksud saya adalah belajar kemudian kita poles dengan inovasi dan nilai tambah baik sedikit ataupun banyak sehingga hasilnya lebih bagus.

ATM = Amati, Tiru, Modifikasi.

Jika anda ingin memperoleh penghasilan tambahan maka perhatikanlah orang-orang di sekitar anda atau bisa juga orang-orang yang jauh yang dapat anda simak informasi atau pesannya seperti di internet ini, yang sudah terbukti pandai sekali mencari dan memperoleh penghasilan tambahan tersebut. Amatilah apa yang dia kerjakan, bagaimana dia melakukan sesuatu untuk penghasilan tambahan tersebut, media apa yang dia gunakan, dimana saja dia berpromosi, produk apa saja yang dia pasarkan. Amati terus. Itulah Arti A yang pertama dalam judul ATM Penghasilan Tambahan ini.

Yang kedua adalah T, singkatan dari Tiru.  Dalam mencari penghasilan tambahan dengan ilmu ATM ini, anda tak dapat hanya menggunakan ilmu A (Amati) saja. Jika anda hanya mengamat-amati saja bagaimana penghasilan tambahan akan masuk. Perlu tindakan yang nyata. Tentu saja, jika anda sudah mengamatinya dan anda sudah mengetahuinya maka anda dapat melakukannya. Tiru Saja apa yang dilakukan oleh orang yang tadi Anda amati. Itulah arti T (Tiru) dalam judul ATM Penghasilan Tambahan ini.

Selanjutnya M (Modifikasi), artinya begini: Anda harus mempunyai nilai tambah dari orang yang anda tiru, anda harus tampil justru lebih baik dari orang yang anda tiru. Caranya mudah saja, tinggal anda sesuaikan kegiatan mencari penghasilan tambahan dengan apa yang terbaik di diri anda, resource atau sumber daya yang anda miliki, dan sebagainya. Mungkin anda pandai bahasa inggris sedangkan orang yang anda tiru tadi tidak, maka gunakan ketrampilan bahasa inggris anda ini untuk memodifikasi apa yang anda tiru tadi, untuk memberikan nilai tambah bagi anda. Mungkin Anda sebenarnya lebih ramah dari orang yang anda tiru tadi, gunakan juga keramah-tamahan Anda ini sebagai nilai tambah untuk meningkatkan penghasilan tambahan Anda.  Lakukanlah MODIFIKASI atau penyesuaian sehingga menjadi paling cocok, paling pas dengan Anda, sehingga anda menjadi lebih powerfull. Itulah makna M (Modifikasi) dari artikel ATM Penghasilan Tambahan ini.

Jika Anda pandai melakukannya, maka bisa jadi kedepan NETWORK MARKETING menjadi seperti ATM betulan untuk mengalirkan Penghasilan Tambahan yang semakin meningkat untuk Anda.

Mencari penghasilan tambahan tidak harus dilakukan saat krisis melanda. Bahkan sangat dianjurkan untuk mencari penghasilan tambahan saat kondisi berkecukupan, alias sejahtera. Sesuai definisinya, penghasilan tambahan adalah penghasilan yang didapat di luar pekerjaan utama. Otomatis waktunya pun harus disediakan di luar jam kerja. Pilihannya bisa di pagi hari sebelum berangkat kerja, sore atau malam hari sepulang kerja, atau di akhir pekan. Meski waktunya fleksibel, tetap harus ada kedisiplinan untuk mengatur waktu.

Aturan mainnya, hindari penggunaan fasilitas kantor untuk keperluan yang terkait dengan pekerjaan tambahan, termasuk jangan sampai korupsi waktu. Bukankah dengan menerima gaji dari pekerjaan utama, kita tetap berkewajiban memberikan yang terbaik pada pekerjaan utama? Tentu boleh-boleh saja memanfaatkan waktu makan siang di kantor dengan laptop sendiri untuk menggarap pekerjaan sampingan tadi.

Selain itu, jangan mencampur adukkan administrasi keuangan dari penghasilan tambahan ini dengan keuangan keluarga.

Uang bukan yang utama
Tak sedikit yang beranggapan bahwa modal uang memegang peranan besar untuk memulai suatu usaha. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Modal memang dibutuhkan, tapi bisa dalam bentuk uang maupun dalam bentuk lain.

Dalam bentuk uang pun, tak ada patokan baku berapa besarnya, malah disarankan untuk memulai usaha dari jumlah yang relatif kecil. Contoh, dari modal Rp 10 juta, cukup gunakan 25 persennya saja atau setengahnya, asal jangan semuanya. Seiring perjalanan waktu, boleh saja menambahkan modal jika prospeknya memang menguntungkan. Jadi, jangan membebani diri sendiri dengan berpikir bahwa harus memiliki modal besar untuk memulai usaha.

Modal dalam bentuk lain adalah diri sendiri, yakni keahlian apa yang bisa kita andalkan untuk "dijual". Salah besar jika seseorang sejak awal sudah memblokir diri dengan mengatakan dirinya "tak bisa apa-apa" dan tak punya apa pun yang bisa diandalkan untuk mencari penghasilan tambahan.

Carilah apa yang setidaknya bisa Anda upayakan untuk dibuat menjadi penghasilan. Misalkan, Anda hobi bermain tenis dan sudah cukup mahir, lalu Anda pun punya sebidang tanah di lokasi bagus. Mengapa tak coba membuka sekolah tenis? Atau, setidaknya menyewakan lapangan tenisnya saja? Hobi menyanyi atau memiliki suara merdu? Menjadi MC atau "menjual" suara di acara-acara lokal bisa dijadikan pilihan. Jika matematika merupakan pelajaran yang paling kita sukai di masa SD dulu, mengapa tidak membuka les privat? Bahkan hobi berkebun pun bisa jadi penghasilan tambahan. Tanaman yang jarang ada di pasaran bisa Anda tumbuhkan dengan baik, lalu dijual. Pendek kata, siapa pun bisa melakukannya dan bidang apa saja bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan.

Selain modal uang dan modal diri sendiri, ada juga yang disebut social capital yang didapat dari pertemanan. Baik teman sekolah di SD, SMP, SMA, pendidikan tingkat tinggi, atau di lingkungan tempat tinggal Anda. Bina hubungan baik dengan semua orang, karena apa pun bentuk usaha yang kita geluti, kualitas relasi kita dengan orang lain amat menentukan. Bahkan kata orang bijak, seseorang dikatakan sukses berusaha bila ia mampu menggunakan other people's time, other people's skill, dan other people's money. Artinya, usaha apa pun bisa dilakukan tanpa harus mengandalkan waktu, keterampilan, dan uang pribadi.

Hobi, minat, dan bakat
Mengenai jenis usaha apa yang bisa dilakukan, tentunya yang kita pahami betul. Penting, untuk mempersingkat waktu belajar dan tak perlu intens belajar, cukup mencari detailnya saja.

Bidang pekerjaan yang sudah dipahami sepenuhnya, biasanya terkait dengan hobi, minat, dan bakat. Keterkaitan ini akan mempengaruhi sukses-tidaknya seseorang meraup penghasilan tambahan karena ketiga unsur tadi akan menjadi "jiwa" yang membuat orang tetap bersemangat melakukan pekerjaan tambahan.

Untuk mengetahui apa hobi, minat, dan bakat kita, bukalah telinga dan mata hati kita untuk mendengar masukan dari orang lain. Cermati hobi apa yang bisa dikembangkan, lalu padukan dengan kebisaan di bidang apa pun. Tentunya, kesediaan untuk senantiasa mencari ilmu juga tak bisa diabaikan. Jangan malu untuk belajar dan terus belajar.

Tak ada salahnya juga mengikuti tren yang ada, namun hendaknya jangan puas hanya dengan menjadi pengikut. Menghadapi ketatnya persaingan, mau tak mau kita harus rajin berinovasi mengingat tren pasti hanya sesaat dan akan tenggelam.

Berani memulai
Kejelian melihat peluang (mencermati hobi dan bidang yang akan kita geluti) memang merupakan hal penting. Namun yang tak kalah penting adalah langkah untuk memulai. Butuh keberanian untuk mulai melangkah dan pecah telur. Kalau kita takut memulai, kita tidak akan pernah tahu akan sukses atau tidak. Kemungkinannya tetap sama, 50-50. Jadi, beranilah untuk memulai, namun jangan lupa untuk tetap membuat perencanaan alternatif.

Siapkan pula mental untuk gagal. Berusahalah untuk tetap berpikir positif, tetapi tetap siapkan diri untuk menerima hal yang negatif. Berdasarkan survei, 9 dari 10 usaha akan tutup dalam 5 tahun pertama. Jadi, jika bisa selamat dalam 5 tahun pertama, itu merupakan sebuah prestasi untuk Anda. Jika kita belum berhasil dalam 1-2 tahun pertama, jangan berkecil hati, karena hal tersebut merupakan hal yang wajar. Jika hal ini terjadi, jangan langsung patah semangat untuk mencoba lagi. Kala menghadapi kegagalan, jangan syok terlalu lama, segera susun catatan dan cari apa yang menyebabkan kegagalan. Anggap kegagalan tersebut sebagai pelajaran berharga.

Jangan tinggalkan pekerjaan utama

Untuk mengetahui seberapa besar alokasi waktu dan energi yang perlu kita dedikasikan bagi pekerjaan yang memberi penghasilan tambahan ini, coba tuliskan berapa besar penghasilan tambahan yang kita butuhkan untuk "menambal" penghasilan utama, lalu sesuaikan dengan seberapa besar kapasitas kemampuan kita. Ingat, sejatinya kita dituntut memberi yang terbaik pada apa yang menjadi tanggung jawab kita. Jangan sampai kelewat berambisi menggelar penghasilan tambahan, akhirnya malah jatuh sakit atau keluarga jadi terabaikan. Jadi, perhitungkan masak-masak jangan sampai kita dapat Rp 1 juta, tapi harus kehilangan Rp 5 juta karena jatuh sakit, atau lebih parahnya, kehilangan pekerjaan utama.

Sebaliknya, bukan tak mungkin jumlah penghasilan tambahan jauh lebih besar dari penghasilan utama. Sah-sah saja jika dalam kondisi seperti ini kita ingin meninggalkan pekerjaan utama. Tetapi, dalam titik ini, tetap dibutuhkan kejelian dalam memutuskan. Seperti halnya investasi yang memerlukan diversifikasi, begitu juga dengan bidang pekerjaan, sedapat mungkin pertahankan pekerjaan utama.

Namun, agar bisa tetap mempertahankan pekerjaan utama sekaligus tetap menggeluti pekerjaan tambahan, kita perlu mencari sosok pengganti yang bisa diandalkan untuk menangani pekerjaan sampingan tadi. Memang akan makan waktu, butuh kesabaran, dan keuletan tersendiri untuk mencari sosok pengganti. Tegakkan prinsip reward and punishment yang tertuang dalam catatan hitam di atas putih. Artinya, kalau si pengganti melakukan pelanggaran fatal atas kesepakatan awal, misal mencuri atau mendiskreditkan nama baik, jangan ragu untuk memecatnya meski itu berarti kembali ke titik nol. Siapa pun yang kita andalkan bekerja untuk kita, tumbuhkan sense of ownership dalam dirinya. Jangan sampai orang kepercayaan ini merasa menjadi sapi perahan atau kita anggap sebagai bawahan saja.

Narasumber: Aidil Akbar Madjid MBA, CFE, CFP, RFC, anggota International of Registered Financial Consultants, salah seorang pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

 

 

 

  • tahitiannoni juice

     
  • prelaunch Peluang of the Year!"

     
  • prelaunchinvitation

     
  • jalan mudah menuju baitullah

     
[ error processing directive ]